Langsung ke konten utama

Pesan Hari Itu

 Hai, Dilif

Aku heran kenapa kamu suka banget deactivate akun, semalam iya, dua hari yang lalu juga, tapi itu urusan kamu sih, aku heran aja, apa kamu ngga baik-baik ya(?). Kemarin kamu juga buat story tentang ada banyak hal yang pengin diungkapin di kepala, dan aku menarik kesimpulan mungkin emang bener kamu lagi nggak baik-baik, yang aku nggak tahu itu karena apa, but you have very nice friend, right? Aku yakin dia akan dengerin kamu baik-baik kalo kamu cerita. 


Oh ya, aku mau bilang makasih banyak-banyak udah ladenin aku, mau bales pesan aku yang random dan nggak jelas sejak 2020, karena jujur aja aku nggak pernah punya teman di dunia maya, pernah kenal2 doang paling lama cuma sebulan. Dulu aku cuma percaya sama orang-orang yang ada di depan mata aku, aku nggak sadar kalau di balik akun sosmed ya ada orang yang kayak aku, yang punya kehidupan nyata dan segala kerumitannya. Dan, aku nggak bisa bayangin kalau posisinya dibalik, ada orang random yang chat aku tiba-tiba dan kadang hilang, terus muncul lagi, aku bener-bener nggak bisa bayangin karena aku nggak pernah di posisi itu. Kalau kamu mungkin terbiasa, karena kamu punya banyak kenalan di media sosial. Jadi makasih banyak, Kawan. Terima kasih atas sabarmu yang nomor wahid<3 


Maaf banget kalau kamu terganggu selama ini, dan nggak ada kata lain selain maaf. Aku pernah hilang di telan Bumi tahun lalu, selama beberapa bulan, itu bener-bener aku buka medsos itu paling cuma berapa kali sebulan, kalo Instagram masih agak sering karena buat info lowongan pekerjaan saat itu, itu titik terendah aku selama bernapas di Bumi. Di mana aku nggak punya kerjaan, dan nggak punya motivasi buat hidup ke depannya, berat badan turun drastis, rambut aku rontok banyak, begonya aku egois dan nggak mau ditolong, aku merasa nyaman di keterpurukan itu, atau mungkin aku takut buat ambil langkah atau kadung malu kelamaan nganggur jadi selalu merasa useless. Jangankan aktif sosmed, panggilan telepon dari orang tua aja aku sering sengaja nggak diangkat, kacau intinya saat itu. Alhamdulillah aku masih mau hidup sampai sekarang, pas bulan September 2021, aku dapet kerjaan. 


Sejak saat itu aku mulai aktif lagi, dan saat ini aku merasa ada kemungkinan untuk aku kayak gitu lagi, bukan terpuruknya, jangan sampai, aku merasa perlu cari pekerjaan lagi, tapi aku nggak mau melepas kerjaan yang ini dulu, bisa mati aku wkwk. 


Aku juga mau cerita, tahun lalu, tgl 2 Januari 2021 aku mengalami pelecehan verbal/cat calling atau apalah sebutannya, aku inget jelas jamnya setengah dua pagi, baju, kerudung, rok yang aku pake, saat itu baru pulang kerja, sendirian, aku nggak bisa cerita detailnya gimana, intinya kejadian itu sempat bikin aku benci semua laki-laki dan takut sama suara laki-laki, apalagi kalau ada laki-laki yang posturnya sama kayak si Bangsat itu, tapi nggak berlangsung lama sih, karena aku nggak adil kalau menganggap semua laki-laki keparat. 


Sampai sekarang aku nggak pernah cerita hal ini ke Bapakku karena dia generasi Baby Boomer yang kental budaya ketimuran dan patriarki abisss, aku takut respon dia kalau aku cerita. Aku cuma cerita ke beberapa perempuan, mungkin juga nyari pembelaan karena ke sesama perempuan, tapi ada juga satu temen yang setelah aku cerita ke dia, aku malah jadi nyesel:(. Setelah mamaku tau, aku disuruh berhenti kerja karena emang kerjaanku dulu pulangnya malam banget nggak ngotak, aku nggak langsung keluar, aku masih bertahan 3 mingguan, dari situ aku mulai cari kerjaan yang lain, sempet juga kerja di bulan Februari, tapi nggak betah, dan boooomm puncaknya pas bulan Ramadhan-Agustus, aku nggak punya semangat hidup lagi. 


Aku berani cerita tentang pelecehan ini ke kamu, karena aku tau kamu kan feminis, kan ya? Nggak tau kenapa aku merasa aman aja cerita. Menurut aku nggak ada sedikitpun alasan aku layak dilecehkan saat itu, bajuku sopan, aku pakai hijab, salahnya yang emang malam-malam aja, dan waktu itu sebelumya tanggal 1 Januari, sepi minta ampun di sini kalau tahun baru, kecuali jalan besar kali ya, nah ini aku kejadiannya intinya sepi, cuma ada aku sama orang gila itu. Mungkin bagi beberapa orang akan bilang, "ah cuma verbal, dia nggak nyentuh kamu kan?" Ahhh sudahlah, ada perempuan yang responnya gitu setelah aku cerita, padahal seandainya aku nggak melawan saat itu, bisa banget terjadi hal yang mungkin bisa bikin aku memilih mati. 


Tapi tapi itu semua udah terjadi, dan aku baik-baik aja sekarang, lagi menikmati banget saat ini sama temen-temen perempuanku di sini, aku mulai terbuka sama mereka, meskipun energiku seakan terkuras habis kalau pergi rame-rame, aku paling nggak bisa hangout sama banyak orang, padahal aku esktrovert loh, emang males aja, atau belum nemu circle yang bikin aku nyaman. Kalau nggak berdua, ya bertiga, lebih dari itu kayaknya gimana gitu, aku emang sedikit payah dalam sosialisasi, aku suka kenal banyak orang, tapi nggak mau dikenal banyak orang, karena aku takut dipahami, takut dijangkau banyak orang, seremmm. 


Makasih ya udah buat aku lebih berani sejauh ini, mungkin kamu merasa nggak ada konstribusinya, tapi bisa terbuka sama orang (di dunia maya) adalah hal yang baru buat aku, dan maaf kalau ke kamu orangnya. 


Salam hangat sehangat-hangatnya 


Alien


Komentar